RANGKUMAN TENTANG EKOSISTEM KELOMPOK 7
A. Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dapat dibagi menjadi berbagai macam, berdasarkan ukurannya, jenis makhluk hidup yang ada di dalamnya, dan kondisi lingkungannya.
B. Komponen Ekosistem
Ekosistem terdiri dari dua komponen utama: komponen biotik (organisme hidup) dan komponen abiotik (faktor non-hidup dalam lingkungan). Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang kedua komponen tersebut:
Komponen Biotik:
1) Produsen: Produsen, juga dikenal sebagai autotrof, adalah organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri menggunakan energi matahari melalui proses fotosintesis. Contoh produsen termasuk tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri.
2) Konsumen: Konsumen adalah organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri dan harus mendapatkan energi dengan memakan organisme lain. Mereka dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu:
a) Herbivora: Konsumen ini hanya memakan tumbuhan, seperti hewan pemakan rumput dan serangga herbivora. Contohnya sapi, kambing, kuda
b) Karnivora: Konsumen ini memakan daging/hewan lain, seperti singa, serigala, dan elang.
c) Omnivora: Konsumen ini memakan baik tumbuhan maupun hewan, seperti manusia dan beruang.
d) Detritivor: Konsumen ini memakan bangkai organisme mati, seperti burung pemakan bangkai atau serangga pemakan bangkai.
3) Decomposer: Pengurai adalah organisme seperti bakteri dan jamur yang menguraikan sisa-sisa organisme mati menjadi komponen kimia sederhana. Mereka memainkan peran penting dalam daur ulang materi dan mengembalikan nutrisi ke lingkungan. Contoh pengurai termasuk cacing tanah, serangga pengurai, dan jamur pengurai.
Komponen Abiotik:
1) Iklim: Faktor iklim, seperti suhu, curah hujan, kelembaban, dan pola angin, mempengaruhi jenis organisme yang dapat hidup dalam suatu ekosistem.
2) Tanah: Sifat tanah, seperti tekstur, kandungan nutrisi, dan keasaman, mempengaruhi kemampuan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang di suatu wilayah.
3) Air: Ketersediaan air dan kualitas air mempengaruhi keberadaan organisme hidup di ekosistem. Sungai, danau, dan lautan adalah habitat air yang penting.
4) Faktor Geografis: Faktor-faktor geografis, seperti bentuk lahan, topografi, dan elevasi, mempengaruhi pola aliran air, suhu, dan kondisi habitat di suatu wilayah.
5) Faktor Ketinggian: Ketinggian tempat juga mempengaruhi ekosistem. Perubahan ketinggian dapat mengakibatkan perubahan suhu, tekanan atmosfer, dan komposisi udara yang memengaruhi organisme hidup di wilayah tersebut.
C. Jenis – jenis Ekosistem
Alami
Ø Ekosistem Darat
1. Ekosistem Hutan, Ciri ekosistem hutan adalah vegetasi pohon keras yang beragam, mulai dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Ekosistem hutan memiliki beberapa jenis, di antaranya adalah taiga dan hutan hujan tropis.
2. Ekosistem Padang Rumput, Ekosistem ini tentunya didominasi oleh vegetasi rerumputan. Hampir seluruh organisme hewan yang tinggal di ekosistem padang rumput adalah hewan herbivora.
3. Ekosistem Gurun, Ekosistem gurun dihuni oleh makhluk-makhluk hidup yang mampu bertahan hidup dengan keadaan yang kering dan suhu yang panas.
Ø Ekosistem Perairan
1. Ekosistem air tawar, Kadar garam air yang ada di dalam air tawar sangat sedikit sehingga disebut dengan air tawar. Beberapa contoh ekosistem air tawar adalah, sungai, rawa, dan danau.
2. Ekosistem Laut, Berbeda dengan ekosistem air tawar, ekosistem laut memiliki air dengan kandungan garam yang sangat tinggi dan bisa melebihi 4%. Ekosistem alami ini merupakan ekosistem terluas di dunia.
Buatan
Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan ini kemudian mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan yang didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan diantaranya:
· Bendungan
· Hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
· Agroekosistem berupa sawah tadah hujan
· Sawah irigasi
· Perkebunan sawit
D. Fungsi Ekosistem
Ekosistem memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya yaitu:
1) Menyediakan sumber daya alam, seperti makanan,air,udara, dan bahan baku.
2) Menjaga keseimbangan lingkungan, seperti mengatur iklim, mencegah banjir, dan mengurangi polusi.
3) Menunjang kehidupan makhluk hidup, seperti menyediakan habitat, tempat berkembang biak, dan sumber makanan.
E. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan Piramida ekologi
· Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Sebuah rantai makanan terdiri dari makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer.
Fungsi rantai makanan:
Terjadinya kepunahan suatu hewan. Menguraikan interaksi antar spesies dalam ekosistem. Dapat membantu membedakan antara spesies basal, spesies transisi, dan spesies predator puncak.
Peran makhluk hidup dalam Rantai Makanan.
Proses makan dan dimakan dalam rantai makanan ini berlangsung secara terus menerus dengan perannya masing masing, seperti produser, konsumen, dan pengurai atau decomposer.
1. Produsen, Produsen adalah organisme yang mampu membuat makanannya sendiri, contohnya adalah tumbuhan hijau. Keberadaannya tidak bergantung pada ketersediaan makanan, akan tetapi keseimbangan alam.
Maka dari itu produsen tidak memakan makhluk lain. Tetapi malah di makan oleh makhluk lainnya. Produsen juga merupakan makhluk hidup yang dapat membuat zat organik dari zat anorganik. Biasanya produsen membuat makanan nya melalui proses fotosintesis. Contoh produsen diantaranya tumbuhan hijau, alga, dan juga lumut.
2. Konsumen, Konsumen yaitu makhluk hidup yang bergantung pada makhluk lain karena dia tidak bisa memproduksi makanan sendiri seperti produsen. Maka dari itu untuk menjaga kelangsungan hidupnya, konsumen bergantung pada organism lainnya. Peran konsumen di dalam sebuah ekosistem biasa nya adalah hewan. Konsumen memiliki beberapa tingkatan, diantaranya:
· Konsumen pertama (primer), konsumen satu merupakan pemakan produsen atau tumbuhan dan biasanya disebut dengan konsumen herbivora. Contohnya seperti sapi, kelinci, kerbau dan lain lain.
· Konsumen sekunder, organisme yang sumber makanannya dari tingkat trofik sebelumnya (trofik 2). Tingkatan ini diisi oleh hewan-hewan karnivora yang masih bisa dimangsa oleh hewan lain, contohnya adalah tikus.
· Konsumen tersier, konsumen ini merupakan pemakan konsumen kedua dan seterusnya hingga konsumen yang terakhir yang disebut dengan konsumen puncak. Biasanya konsumen puncak merupakan hewan yang tidak bisa dimakan oleh hewan lainnya. Contohnya singa, buaya, elang.
Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung yang tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
Fungsi jaring makanan
Untuk menggambarkan interaksi langsung antar spesies. Dengan begitu, hubungan antar spesies bisa dibedakan mana yang termasuk spesies basal, peralihan, dan puncak.
Jenis jenis jarring jaring makanan
Jaring makanan penghubung
1) Dalam jaring makanan ini, para ilmuwan menggunakan anak panah untuk menunjukkan satu spesies.
Jaring Makanan Interaksi
2) jaring makanan ini memakai garis panah lebih lebar, lebih tebal, atau lebih gelap untuk menunjukkan kekuatan konsumsi makan jika satu spesies biasanya memakan hewan yang lain.
Jaring Makanan Aliran Energi
3) Untuk jenis jaring makanan aliran energi menggambarkan hubungan antara organisme dalam suatu ekosistem dengan mengukur dan menunjukkan energi berkelanjutan antara organisme.
Jaring Makanan fosil
4) Dalam jaring makanan fosil, sejumlah ilmuwan berusaha merekonstruksi hubungan antar spesies berdasarkan bukti yang ditemukan dari fosil.
Jaring Makanan Fungsional
5) Jaring Makanan Fungsional menggambarkan bagaimana populasi hewan yang berbeda, lalu saling mempengaruhi tingkat pertumbuhan populasi lainnya dalam suatu lingkungan.
Jaring Makanan dan Jenis Ekosistem
6) menggambarkan beragam, populasi bisa memengaruhi kecepatan pertumbuhan, populasi lainnya di suatu lingkungan.
Piramida Ekologi
Piramida ekologi adalah gambaran susunan antar trofik dapat disusun berdasarkan kepadatan populasi, berat kering, maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap trofik. Struktur trofik dapat disusun secara urut sesuai hubungan makan dan dimakan antar trofik yang secara umum memperlihatkan bentuk kerucut atau piramid. Piramida ekologi ini berfungsi untuk menunjukkan gambaran perbandingan antar trofik pada suatu ekosistem. Pada tingkat pertama ditempati produsen sebagai dasar dari piramida ekologi, selanjutnya konsumen primer, sekunder, tersier sampai konsumen puncak.
Ketika organisme autotrof (produsen) dimakan oleh herbivora (konsumen I), maka energi yang tersimpan dalam produsen (tumbuhan) berpindah ke tubuh konsumen I (pemakannya) dan konsumen II akan mendapatkan energi dari memakan konsumen I, dan seterusnya. Setiap tingkatan pada rantai makanan itu disebut taraf trofi. Ada beberapa tingkatan taraf trofi pada rantai makan sebagai berikut.
- Tingkat taraf trofi 1: organisme dari golongan produsen (produsen primer)
- Tingkat taraf trofi 2: organisme dari golongan herbivora (konsumen primer)
- Tingkat taraf trofi 3: organisme dari golongan karnivora (konsumen sekunder)
- Tingkat taraf trofi 4: organisme dari golongan karnivora (konsumen predator)
Jenis – Jenis Piramida Ekologi
1. Piramida Energi, menggambarkan banyaknya energi yang tersimpan dalam 6 tahun yang digunakan senyawa organik sebagai bahan makanan.
2. Piramida Jumlah, adalah jumlah organisme yang berada di dalam suatu daerah (areal) tertentu yang dikelompokkan dan dihitung berdasarkan taraf trofi.
3. Piramida Biomassa / berat merupakan taksiran berat organisme yang mewakili setiap taraf trofi dengan cara tiap-tiap individu ditimbang dan dicatat jumlahnya dalam suatu ekosistem.




Komentar
Posting Komentar