PAPER TIK

 PENGGUNAAN VIRTUAL REALITY DAN AUGMENTED REALITY DALAM PEMBELAJARAN

Disusun Untuk Tugas 1 Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dosen Pengampu :  Benny Hendriana M.Pd

 

 

 

Disusun Oleh :
Annisa Rara Ningrum   2301025017

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMUPENDIDIKAN JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH PROF. DR. HAMKA

2024

 

ABSTRAK

Dalam bidang pendidikan, penggunaan virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) dalam pembelajaran telah menjadi topik yang semakin menarik perhatian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif dan mungkin penggunaan realitas virtual dan realitas augmented (VR) dalam lingkungan pembelajaran untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran dan prestasi akademik siswa. Untuk melakukan analisis ini, metode penelitian kualitatif dan kuantitatif digunakan. Dalam konteks penelitian kualitatif, guru dan siswa diwawancarai secara menyeluruh untuk mengetahui pandangan dan pengalaman mereka tentang penerapan teknologi ini dalam lingkungan pembelajaran.

Studi menunjukkan bahwa Realitas Virtual dan Augmented Virtual (AR) dapat meningkatkan keterlibatan siswa, meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep abstrak, dan meningkatkan retensi informasi. Guru juga mengatakan bahwa siswa menjadi lebih termotivasi dan tertarik untuk belajar setelah menggunakan teknologi ini. Namun, masalah seperti biaya implementasi, kebutuhan infrastruktur teknologi yang memadai, dan pelatihan guru masih menghalangi penerapan VR dan AR di sekolah.

 


BAB 1 
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia sekarang telah memasuki era modernisasi, di mana mereka memerlukan teknologi dalam hampir semua aspek kehidupan mereka. Untuk mengenal, mempelajari, dan menggunakan teknologi adalah kebutuhan alami manusia.  Demikian pula, di dunia pendidikan, setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan harus berinovasi dengan teknologi untuk mempermudah proses pendidikan dan menghasilkan hasil pendidikan yang berkualitas tinggi yang memenuhi tuntutan zaman (Tadung & Santoso, 2022).

Webcam adalah salah satu perangkat keras yang digunakan manusia untuk berinteraksi dengan komputer. Dengan menggunakan webcam, orang dapat berinteraksi satu sama lain melalui komputer.  Namun, model interaksi ini tidak alami, seperti halnya interaksi langsung manusia. Sebagai tuntutan dari perkembangan teknologi komputer itu sendiri, manusia menginginkan penggunaan perangkat keras yang lebih alami. Akibatnya, teknologi yang dikenal sebagai Virtual Reality dan Augmented Reality menggabungkan objek 3D ke dunia nyata, memungkinkan manusia untuk berinteraksi dengan komputer dengan cara yang lebih alami. Dengan menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata tiga dimensi,Augmented Reality memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sistem secara real-time. Teknologi Augmented Reality  berkembang dengan cepat dan dapat diterapkan di berbagai bidang, seperti pendidikan. (Sari, I. P., Batubara, I. H., Hazidar , A. H., & Basri, M. 2022).

 

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana Penggunaan Virtual Reality sebagai Media Pembelajaran ?

2. Bagaimana Penggunaan Augmented Reality  sebagai Media Pembelajaran ?

1.3 Tujuan

1. Penggunaan Virtual Reality sebagai media pembelajaran ialah komponen penting dari komputer, khususnya multimedia, yang saat ini akan menjadi trend dalam proses pengajaran di masa depan. Ini juga merupakan strategi proses pembelajaran yang baru di bidang teknologi pendidikan untuk mempelajari sistem teknologi mana yang paling cocok untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.

 

2. Penggunaan Augmented Reality sebagai pembelajaran merupakan Konsep yang menggabungkan dunia maya dan dunia nyata untuk menghasilkan informasi dari data yang diambil dari sistem pada objek nyata yang ditunjuk sehingga batas antara keduanya semakin tipis. Augmented Reality memungkinkan interaksi antara dunia nyata dan dunia maya, sehingga semua informasi dapat ditampilkan secara real time seolah-olah itu interaktif dan nyata.

 



BAB 2 
PEMBAHASAN

2.1 Penggunaan Virtual Reality sebagai Media Pembelajaran

Youngblut, C. (1998) menyatakan bahwa para ahli dan peneliti terus menyelidiki penggunaan dan perkembangan media pembelajaran berbasis visual, audio, dan multimedia, serta penggunaan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) dalam proses pembelajaran. Ini dilakukan untuk menciptakan sistem pembelajar di Indonesia yang mengutamakan asepk untuk efisiensi dan efektivitas dalam proses belajar peserta didik.

Virtual reality (VR) adalah komponen penting dari komputer, khususnya multimedia, yang saat ini akan menjadi trend dalam proses pengajaran di masa depan. Ini juga merupakan strategi proses pembelajaran yang baru di bidang teknologi pendidikan untuk mempelajari sistem teknologi mana yang paling cocok untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Penggunaan Virtual Reality (VR) dalam bidang pendidikan saat ini juga sangat tepat karena selama bertahun-tahun, teknologi virtual telah menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Untuk membuat kondisi lingkungan di dunia Virtual Reality (VR), kita dapat membuat sketsa dan kemudian mengubahnya menjadi gambar tiga dimensi, yang kemudian dapat ditampilkan dalam tampilan Virtual Reality (VR).

Abror (2017) menyatakan bahwa dengan dilahirkannya teknologi Virtual Reality (VR), sangatlah membantu manusia untuk merasa berada di tempat dengan sensasi seperti nyata dengan tampilan secara keseluruhan. Ini juga membantu mereka mengetahui berbagai macam objek secara jelas dan nyata. Dibandingkan dengan teknologi lain, Realitas Virtual (VR) akan memberikan lebih banyak informasi dan lebih interaktif bagi pengguna, seperti siswa. Dalam bidang pendidikan, fleksibilitas desain dunia maya untuk konten Virual Reality (VR) sangat penting. Virual Reality (VR) dapat menghasilkan berbagai bentuk seperti gedung, kelas, laboratorium, kantor, dan lainnya. Ini pasti bertujuan untuk menarik minat siswa dan memberi mereka suasana kelas saat pembelajaran offline berlangsung.

 

Gambar 1.  Virtual Reality (VR) In Educations

Jika kita melihat lebih jauh, banyak inovasi yang dapat dicapai oleh teknologi Virtual Reality (VR) dalam bidang pendidikan. Selain itu, bentuk manusia dan sifat setiap siswa dapat diubah sehingga setiap siswa memiliki sifat fisik unik saat masuk ke ruang pertemuan. Pendidikan nilai moral masih diperhatikan dalam pembelajaran (Saputro, Pitoewas, Adha, 2013). Selain itu, PowerPoint, Word, dan PDF biasanya digunakan sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran online; namun, dalam dunia Virtual Reality (VR), media ini juga dapat digunakan.

Tidak diragukan lagi, penggabungan ini meningkatkan dampak visualisasi pada sistem pendidikan online. Hologram adalah fitur tambahan yang dapat digunakan dalam dunia Virtual Reality (VR). Hologram adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan perbedaan sudut pandang cahaya yang koheren, yang membuat objek yang kita lihat seolah-olah nyata berbentuk tiga dimensi (3D). Hal ini sangat menarik karena hologram jarang digunakan dalam dunia maya terkait pendidikan.

Media pendidikan berbasis teknologi informasi ini diharapkan dapat memberikan pengaruh dan mendorong untuk menjadi salah satu fasilitator utama dalam membantu pemerintah melakukan pemerataan pendidikan di seluruh nusantara. Saat ini, pembelajaran berbasis teknologi informasi sangat diperlukan karena hanya bergantung pada kemampuan individu untuk belajar secara mandiri dari jarak jauh tanpa bantuan pendukung lainnya seperti media pembentukan.

 

Gambar 2. Indeks Kesuksesan Penggunaan VR In The Clasroom in Germany November 2016 

2.2 Penggunaan Augmented Reality  sebagai Media Pembelajaran

Augmented Reality (AR) dapat didefinisikan sebagai teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan dunia maya, berinteraksi dalam waktu nyata, dan menghasilkan animasi tiga dimensi (James R. Valino, 1998). Dengan menggabungkan dunia maya dan dunia nyata, konsep Augmented Reality (AR) memungkinkan interaksi antara dunia nyata dan dunia maya. Ini memungkinkan data yang diambil dari sistem ditempatkan pada objek nyata sehingga batas antara keduanya semakin tipis. Dengan cara ini, semua informasi dapat ditampilkan secara real time seolah-olah informasi tersebut interaktif dan nyata.

Thomas P. Caudell pertama kali memperkenalkan konsep Augmented Reality (AR) dalam The Term Augmented Reality pada tahun 1990, dengan tiga ciri yang menunjukkan bahwa teknologi dapat menerapkan AR:

1. Mampu mengkombinasikan dunia nyata dan dunia maya.

1. Mampu memberikan informasi secara interaktif dan realtime.

2. Mampu menampilkan dalam bentuk tiga dimensi.

Saat ini, AR banyak digunakan dalam bidang game, kedokteran, dan pengolahan gambar, tetapi masih jarang digunakan dalam pendidikan. Ini karena AR dapat membantu memvisualisasikan konsep abstrak untuk membantu pemahaman dan struktur suatu model objek.

Sutherland (1968) adalah seorang peneliti yang telah mengembangkan berbagai perangkat yang memungkinkan pengguna melihat, mendengarkan, dan menyentuh objek di dunia maya. Perangkat-perangkat ini termasuk simulasi yang luar biasa dan teknologi yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan dunia nyata selain dengan dunia maya. Beberapa aplikasi AR dirancang untuk memberikan lebih banyak detail tentang objek nyata kepada pengguna. Sebagai contoh, teknologi ultrasonografi (USG) menampilkan keadaan kandungan seorang wanita dan gerakan janin secara real-time. Dengan metode serupa, dokter bedah plastik dapat merasakan jaringan lunak pasien dan melihatnya secara tiga dimensi melalui proyeksi.

 

Gambar 1. Proyeksi Rekonstruksi Wajah

BAB 3 
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam makalah ini, kesimpulan yang di buat menegaskan Berdasarkan enam penelitian sebelumnya tentang penggunaan Virtual Reality sebagai media pembelajaran, diketahui bahwa Virtual Reality memberikan manfaat bagi siswa dalam proses belajar, dengan hasil utama peningkatan efektivitas pembelajaran dan peningkatan minat dan antusiasme siswa. Sedangkan Penggunaan Augmented Reality sangat bermanfaat untuk media pembelajaran yang interaktif dan nyata yang dilakukan secara langsung oleh siswa. Selain itu, karena fakta bahwa Augmented Reality menggabungkan dunia maya dengan dunia nyata secara langsung, hal itu dapat meningkatkan imajinasi siswa dan meningkatkan minat mereka dalam belajar. Karena sifat media pendidikan adalah membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan ada atau tidak adanya pendidik, penggunaan Augmented Reality dalam pendidikan dapat merangsang pola pikir peserta didik untuk berpikir kritis tentang masalah dan kejadian sehari-hari.

3.2 Saran

Dari apa yang sudah dijelaskan bahwa media pembelajaran Virtual Reality dapat dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat diterapkan pada materi-materi lain asalkan sesuai dengan karakteristik media pembelajaran. Media pembelajaran Augmented Reality juga dapat dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat diterapkan pada materi-materi lain asalkan sesuai dengan karakteristik media pembelajaran.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ariatama, S., Adha, MM., Rohman., Hartino TA., Ulpa, PE,. (2021). Penggunaan Teknologi Virtual Reality (VR) Sebagai Upaya Eskalasi Minat Dan Optimalisasi Dalam Proses Pembelajaran Secara Online Dimasa Pandemik.

http://repository.lppm.unila.ac.id/32006/1/SONI%20ARIATAMA%20FULL%20PAPER.pdf 

 

Hendrayana, D., Rahma, NA., Ariatama, A., Tombing, LS. (2022). Studi Literatur: Penggunaan Virtual Reality sebagai Media Pembelajaran dan Uji Kompetensi untuk Industri Perfilman.

https://jurnalcikini.ikj.ac.id/index.php/jurnalcikini/article/download/158/111 

 

Mustaqim, M. (2016). Pemanfaatan Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPTK/article/viewFile/8525/5566 

 

Sari, I. P., Batubara, I. H., Hazidar , A. H., & Basri, M. (2022). Pengenalan Bangun Ruang Menggunakan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran. Hello World Jurnal Ilmu Komputer, 1(4), 209–215.

https://doi.org/10.56211/helloworld.v1i4.142 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tari Mojang Jaipong Jawa Barat: Keanggunan dan Semangat Gadis Sunda

Perkembangan Periode PraSekolah

RANGKUMAN PRESENTASI DARI KELOMPOK 1 TERKAIT LANDASAN FILSAFAT DAN LANDASAN SOSIAL KULTURAL